THE RAINBOW AFTER THE RAIN

THE RAINBOW AFTER THE RAIN

Submitted by: maple
Author: Maple

God never promise us a good life on earth;
but He gave the assurance that there will always
be a rainbow after the rain.

Life on earth is not always what we expected
and wanted it to be. But if we can put our
trust in God, He can sail us through definitely.

God never let us bear what is impossible;
and He makes sure what we bear is the
limit that we can take without much difficulty.

After the rain, things will be changed;
everything on earth seems to be new
and clean. With these renew scenario,
we should be:

– a more positive and courageous person
as indicated by the RED of the rainbow;

– a creative, thoughtful and joyful person
as indicated by the ORANGE of the rainbow;

– an intelligent, confident and logical person as
indicated by the YELLOW of the rainbow;

– a renewed, generous and practical person as
indicated by the GREEN of the rainbow;

– a peaceful, sincere and responsible person as
indicated by the BLUE of the rainbow;

– a relaxed, devoted and wise person as
indicated by the INDIGO of the rainbow;

and last but not least, a spiritual and idealistic
person as indicated by the VIOLET of the rainbow.

“Hujan” by anak_hilang on Maret 26, 2008

Mungkin sekarang memang sudah waktunya berganti musim
Hari mulai hujan terus
Didahului dengan langit hitam kelam
Ada sedikit rasa takut dalam diriku
Sendiri…
Kesepian…

Kemudian turunlah hujan
Manusia dengan sejuta kegagahannya
Menjadi tidak berarti apa-apa disaat hujan
Hanya bisa diam,
Mungkin merenung.
Banyak memori yang tiba-tiba keluar
Berloncatan disaat hujan
Sejuta kenangan yang tanpa permisi
Memenuhi seluruh isi Kepala
Perasaan-perasaan yang hanya di dapat
Pada saat hujan turun.
Hujan deras,
Ada yang memilih mencermati,
Mengagumi, membiarkan diri
Beristirahat sejenak dari hiruk pikuk dunia
Ada juga yang marah karena aktivitasnya terhenti.
Terputus dari sesuatu yang disebut dengan peradaban
Sebagian merasa takut,
Merasa hujan seperti badai yang menghampiri
Seluruh hidupnya.
Kadang seseorang merasakan ketiganya…
Tetapi Sore ini,
Entah mengapa hujan menjadi punya makna,
Selalu ada pelangi setelah hujan,
Awan selalu kembali cerah,
Anak kecil, tukang jualan, hingga para
Pekerja kembali memenuhi jalanan.
Hujan ternyata bukan untuk selamanya,
Kadang memang panjang,
Kadang teramat panjang.
Tapi semua itu kembali normal,
Masih ada kehidupan setelah hujan…
Masalah itu ibarat hujan,
Betapa pun berat,
Betapa pun sakit,
Menyesakan,
Membuat mual dan ingin muntah,
Suatu hari…
Pasti akan berakhir
Bersabar, menunggu, mungkin merenung.
Sambil menanti hujan usai
Tidak perlu menembus derasnya hujan,
Membiarkan diri bertambah sakit
Atau basah kuyup.
Sedikit lagi….
Matahari akan kembali bersinar.
Sedikit lagi…
Keceriaan akan kembali mengisi hari.
Sedikit lagi…

Hati Seluas Samudera

Jika aku mengibaratkan pantai adalah rumahku

Pasir putih ini adalah teras rumahku

Buih-buih samudra adalah tamuku

Jika aku berdiri disini

Menyeruput wangi samudera

Betapa damainya aku kini

Lapang niat hatiku

Menerima dan ikhlaskan dunia

Entah dia meluka

Entah dia menjerit

Entah dia berteriak

Entah dia menghina

Entah dia memuja

Entah dia menangis

Entah dia diam

Aku tegar berdiri disini

Allah,

Ijinkan Kau memberiku

Hati seluas samudra

Agar apapun yang kurasa kini

Adalah damai daripadaMu saja

*****

by .. L.R.T (Tuhan diganti Allah 😉 )

http://www.mirgefaellts.com/ ” Just Another Quote “

Merkt euch das gebt nie auf wenn ihr was erreichen wollt,

egal ob ihr fallt steht wieder auf und kämpft weiter!

Es geht nicht darum ob man verliert oder gewinnt,

es geht nur darum nicht aufzugeben und es nicht versucht zu habe.

—–

Remember that never give up if you want to achieve something,

Whether you fall gets up and continues fighting!

The issue is not whether we lose or win,

It’s all about not giving up and have not tried it on.

*****

http://www.mirgefaellts.com/

Not As Happy As You

Sometimes in life we feel so blue,

but someone somewhere is not happy as you.

Somewhere far at the border when a soldier sleeps,

missing his loved ones he silently weeps.

Somewhere a mother painfully sighs

’cause her new born baby didn’t open her eyes.

Somewhere a poor dad silently cries,

when he sees his son begging for a bowl of rice.

Somewhere in an orphanage a little girl is sad,

when she misses her mom & dad.

So at times a reason to smile you may not have any,

just say to yourself that you are happier than many.

‘Cause life is beautiful and it’s not always blue,

And someone somewhere is not as happy as you.

Feel your childhood

I want to go back to the time:

When “Innocence” was “Natural”,

When “Getting high” meant “On a swing”

When “Drinking” meant “Cola”

When “Dad” was the only “Hero”

When “Love” was “Mom’s hug”

When “Dad’s shoulder” was the “The highest place on earth”

When the only thing that could “Hurt” was “Bleeding knees”

When the only thing “Broken” was “Toys”

When “Goodbyes” only meant “Till tomorrow”

Life has changed a lot.

Isn’t it?

Sumit Rochlani

*****

pic is from http://gallery.xemanhdep.com/

Bila Allah…. by Ibnu Atha’illah

”..Bila Allah membuat alam dan makhluk serba memusingkanmu, sungguh itu suatu panggilan agar kau cari ketenangan pada kebersamaan dengan-Nya.

Bila Allah memberi musibah, Allah ingin engkau kembali kepada-Nya dengan pasrah dan berserah.

Bila Allah memberimu ujian, Allah ingin engkau mencari-Nya untuk meminta pertolongan.

Bila Allah memberimu kesempitan, Allah ingin engkau kembali kepada-Nya untuk mencari kelapangan.”

(Ibnu Atha’illah)

Rahasia Istimewa Antara Kita dan Alloh SWT

Rahasia Istimewa Antara Kita dan Alloh SWT
by Nisa Adzkiya’ on Friday, 30 September 2011 at 22:53
Seorang sahabat dengan mimik serius mengajukan sebuah pertanyaan, “Ya kekasih Alloh, bantulah aku mengetahui perihal kebodohanku ini. Kiranya engkau dapat menjelaskan kepadaku, apa yang dimaksud ikhlash itu?”Nabi SAW, Kekasih Alloh yang paling mulia bersabda, “berkaitan dengan ikhlash, aku bertanya kepada Jibril a.s. apakah ikhlash itu? Lalu Jibril berkata “Aku bertanya kepada Tuhan yang maha Suci tentang ikhlash, apakah ikhlash itu sebenarnya?” Alloh SWT yang Mahaluas pengetahuannya menjawab, “ikhlash adalah suatu rahasia dari rahasia-Ku yang aku tempatkan di hati hamba-hamba-Ku yang Kucintai”(H.R Al-Qazwimi)

Rahasia kodratnya adalah sesuatu yang tak ingin diketahui siapapun, rahasia terbongkar ketika diantara pemilik rahasia dan yang dipercaya mengutarakan rahasia yang disimpan untuk dijaga. Dimanapun kita berada Alloh SWT yang menjaga kita, dan tanpa kita minta Alloh memberikan apa yang dibutuhkan hambaNya. Sang pemilik bumi beserta isinya ini dekat dengan kita karena tanpa sadar kita memiliki rahasia dengan beliau. Seyogyanya rahasia itu akan diutarakan kepada orang yang dapat dipercaya. Subhanalloh tak pernah terbayang, ternyata kita dekat sehingga punya rahasia dengan sang Pemilik bumi dan segala rahasianya. Sekalipun ia adalah presiden atau orang terkenal, dimana kita tidak dipercaya atau dekat dan kenal, tak mungkin kita punya rahasia dengannya. Tingkatan Presiden dan Orang Terkenal dengan kita pun cukup jauh, tetapi Alloh sungguh dekat dan Ia lebih hebat dari siapapun.

Rahasia istimewa itu didefinisikan Al-Junayd sebagai berikut : “Keikhlasan adalah rahasia antara Allah dengan si hamba. Bahkan malaikat pencatat tidak mengetahui sedikitpun mengenainya untuk dapat dituliskannya, setan tidak mengetahuinya hingga tidak dapat merusaknya, nafsu pun tidak menyadarinya sehingga ia tidak mampu mempengaruhinya.”

Ikhlash berarti Suci atau murni setelah sebelumnya memiliki kekeruhan sehingga Ikhlash dapat diartikan sebagai keberhasilan mengikis dan menghilangkan kekeruhan yang timbul sehingga sesuatu yang tadinya keruh menjadi murni (Dalam Tafsir Al Misbah karya Quraish Syihab).

Berdasarkan inti arti ikhlash diatas dapat dikatakan ikhlash adalah suatu akibat yang timbul dari hal yang menyebabkan kita tergantung dengan pamrih, kemudian karena kita menyerahkan semuannya kepada Alloh dengan harapan hanya Alloh yang akan membalasnya, maka kesucian dan kemurnian atas penyerahan itu, mengembalikan kita untuk menerimanya dengan tenang, tanpa kecewa dan berfikiran positif. Proses pengembalian itu dieksekusi oleh hati dan dihati hamba yang Alloh cintai, Ia letakkan ikhlash itu.

Rahasia itu diletakkan Alloh pada hati hamba-hamba yang Ia cintai,
Inilah kunci untuk mendapatkan cintaNya, Ikhlash juga menjadi salah satu syarat utama diterimanya ibadah yang kita lakukan dan setelah itu ibadah yang kita lakukan sesuai dengan tuntunan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam. Ikhlash adalah suci dan murni, melandaskan ibadah yang dilakukan hanya untuk mengharap Ridha Alloh SWT.
Ibnu Mas’ud Radhiyallahu anhu berkata, “Perkataan dan Perbuatan seorang hamba tidak akan bermanfaat kecuali dengan niat (ikhlash), dan tidaklah akan bermanfaat pula perkataan, perbuatan dan niat seorang hamba kecuali yang sesuai dengan sunnah

Ibnu ‘Atho’illah dalam kitab Al-hikam membagi ikhlash dalam tiga tingkatan sesuai dengan tingkatan manusia :

Pertama, ikhlash al-’ibaad (ikhlash para hamba) dimana amal perbuatan yang dilakukan bersih dari riya’ dan terbebas dari nafsu. Mereka beramal semata karena Allah, sambil mendambakan pahala atau keselamatan dari siksaNya.

Kedua, ikhlash al-muhibbin (keikhlashan para pecinta) dimana amal perbuatan dilandaskan semata karena Allah Subhanallohu Wa Ta ‘ala. Sambil ber-ta’dzim dan hormat kepada-Nya. Kita memandang bahwa Allah berhak disembah dan diagungkan. Kita beramal tidak karena ingin pahala atau lari dari siksa-Nya.

Ketiga, ikhlash al-‘arifin (keikhlashan para wali yang mengenal Allah) dimana persaksian para wali bahwa al-Haq sendiri (tanpa sekutu) yang menggerakkan dan mendiamkan Kita. Sama sekali Kita tidak memandang bahwa diri kita memiliki kekuatan untuk mengamalkan amalan yang kita amalkan. Kita tidak merasa mengamalkan apa-apa, tetapi Allah yang menggerakkan Kita.

Rahasia istimewa itu ada, ketika kita mengenal siapa tempat kita menaruh rahasia itu, Dialah Alloh, pemilik seluruh dunia beserta isinya. Mengenal-Nya dengan mengkaji Asmaul Husna menjadikan kita lebih dekat dan yakin dalam beribadah hanya semata untuk bertemu denganNya dan mendapatkan rahmat serta RidhoNya.

Sahabat radiopengajian, letakkan hati-hati kita untuk dipersiapkan menjadi hati yang dicintai Alloh karena kita hiasi dengan keikhlasan tanpa Pamrih dalam beribadah kepadaNya. Karena keikhlasan dalam beribadah semakin melahirkan keyakinan dalam diri sehingga terbentuk pribadi yang tenang, jarang kecewa, selalu semangat untuk menyempurnakan niat dan ikhtiar, ringan karena semua diserahkan pada Alloh sehingga menjaga untuk selalu istiqomah dalam beribadah.

Begitu pula surat Al-ikhlash yang mengajarkan keesaan Alloh secara murni dan menghilangkan segala macam kemusyrikan terhadap-Nya dan menjadikan surat ini sepertiga Al-Qur’an (HR. Malik, Bukhari, Muslim). Sepertiga Al-Qur’an yang dikandung surat Al-ikhlash merupakan puncak akidah, karena keseluruhan Al-Qur’an mengandung akidah, syariat, dan akhlak.

Diawali dengan hati yang bersih dan izinkanlah kita berdo’a selalu meminta ketetapan hati
“Allahmumma yaa muqallibal quluub, tsabbit qalbii ‘alaa diinika wa ‘alaa thaa’atik.” (Ya Alloh Yang Maha Membolak-balikan hati, teguhkanlah hatiku atas Agama-Mu dan ketaaan pada-Mu)

Niat adalah pengikat amal, dan amal yang diterima disebabkan karena ikhlash dan sesuai dengan tuntunan sunnah RasulNya. Jadikan hati kita seperti para wali yang semakin lemah dan berserah diri bahwa semua ibadah yang dilakukan karena karunia dan kekuatan dariNya. Dudukkanlah hati kita, tanyakan kembali untuk mengikhlaskan setiap ibadah karenaNya. Selamat bertanya pada hati, jika sudah tidak ada neraka dan syurga akankah kita ikhlash beribadah hanya untukNya, dan menjadi hamba yang dicintai karena Rahasia Istimewa yang kita bangun bersamaNya.

Maraji’ : -kitab Al Hikam karya Ibnu Athoillah
-Tanda-tanda Orang Ikhlas Karya Abdullah Gymnastiar