Pasti ada Cahaya di Ujung Lorong Gelap Itu

Pasti ada Cahaya di Ujung Lorong Gelap Itu

Beberapa hari lalu saya membaca tentang Google yang menutup sebagian unit bisnisnya yang tidak menguntungkan.

Apakah Google malu dengan kenyataan ini? Saya rasa tidak. Biasa saja.

Sebagai kerabat dekat Haji Alay (inspirator TDA) saya tahu betul betapa seringnya beliau buta tutup bisnis.

Namun beliau sepertinya tidak pernah larut dalam kedukaan dan selalu dengan mudah melupakannya karena selalu ada mainan bisnis baru yang membangkitkan antusiasmenya.

Saya pernah bertanya ketika beliau menutup 3 bisnisnya berturut-turut. Apakah tidak membuatnya kapok?

Sama sekali tidak, ternyata.

Malah saya dapat jawaban begini, “Kerugian dari 3 bisnis itu nilainya tidak seberapa dibanding keuntungan di bisnis yang ke 4″‘ jawabnya enteng.

Saya hanya bengong memdapatkan jawaban ini. Tidak bisa berkomentar.

Setahun lalu saya juga pernah hampir menutup bisnis yang lain, http://www.actualbasic.com.

Setelah diluncurkan pertengahan 2010, grafiknya tidak pernah menggembirakan dan bahkan stagnan.

Pasalnya, ketika 2 bulan diluncurkan dengan semangat yang demikian menggebu, langsung diterpa badai yang paling besar dalam dunia bisnis garmen dan tekstil.

Harga bahan baku naik berlipat-lipat dan bahkan tertinggi sepanjang sejarah lantaran supply kapas terganggu karena banjir di Pakistan dan Australia.

Indonesia yang bersaing dengan Cina dalam memperebutkan stok kapas yang sedikit itu tentunya kalah dalam pertarungan ini. Pabrik tekstil luntang lantung dan tak berani memproduksi.

Saya pun galau ketika akan melanjutkan produksi. Sebagai pemain baru, tentu sulit bersaing.

Sempat berhenti produksi beberapa bulan, akhirnya saya memutuskan untuk membeli stok bahan berapa pun harganya. Pikir saya, lebih baik melanjutkan produksi dengan marjin tipis atau tanpa marjin ketimbang menghilang di pasar.

Tidak lama setelah keputusan itu diambil, tiba-tiba kondisi berbalik. Harga turun, terkoreksi cukup dalam. Saya pun menelan kerugian yang cukup dalam.

Sempat “tak berkutik” beberapa bulan, akhirnya mulai lagi dengan langkah tertatih dan tanpa arah.

Saya meyakini, semua ini adalah proses. Ada saat menanam, memelihara dan ada saatnya menuai. Saya harus sabar menjalani proses ini. Saya menahan diri untuk tidak memutuskan menutup bisnis ini sebelum tahun ketiga.

Akhirnya kesabaran itu berbuah manis. Akhir tahun 2011 mulai terlihat sedikit cahaya di ujung lorong yang gelap itu.

Kenapa saya ceritakan ini?

Karena di milis TDA sedang hangat diskusi tentang kurangnya cerita gagal yang disharing oleh teman-teman. Mayoritas ceritanya yang bagus-bagus saja. Saya tidak tahu, mungkin teman-teman malu berbagi cerita gagal ini.

Semoga cerita saya ini ada hikmahnya dan bagi teman-teman yang bisnisnya sedang “galau” yakinlah bahwa galau itu tidak selamanya. Pasti ada cahaya di ujung lorong gelap itu.

Tetaplah sabar, berdoa dan berusaha. TDA insya Allah menjadi bagian dari solusi masalah anda jika anda tahu bagaimana memperoleh manfaat darinya.

Di KMB yang saya bimbing, saya mensyaratkan membernya untuk “jujur brutal” dengan kondisi bisnis sesungguhnya. Jangan ada yang “jaim” dengan bercerita yang bagus-bagus saja tentang bisnisnya, padahal…….

Dengan kita jujur pada diri sendiri, artinya kita sadar dengan kondisi saat ini. Ibarat orang sakit yang datang ke dokter, ia harus jujur mengatakan apa yang sakit untuk dapat obat yang tepat dari dokter.

Tetap semangat!

Salam FUUUNtastic SuksesMulia!

Badroni Yuzirman
http://www.manetvision.com

Be the first to like this.

Tentang roniyuzirman

Entrepreneur, blogger, book and jazz lover, founder of TDA Community

About yumiyulanda
If something went wrong, don't be sad...it's just Allah's way to forgive your sins...

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: