Ingat Kawan, Mengejar Dunia Seperti Minum Air Laut

Ingat Kawan, Mengejar Dunia Seperti Minum Air Laut

10/9/2012 | 22 Shawwal 1433 H | Hits: 315

Oleh: Kesha Meisatu


Kirim Print

Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com – Sahabat Muslim semua, belakangan ini kita sering mendengar banyak sekali motivator – motivator yang mempunyai tujuan agar tiap orang itu berada dalam kondisi bebas financial. Artinya, dengan bebas financial orang bisa membeli apa saja yang mereka inginkan dan diharapkan kebahagiaan bisa terwujud dan setelah bebas financial kita bisa bebas beribadah tanpa repot-repot untuk bekerja lagi. Pertanyaannya, apa iya seperti itu kondisinya?

Jawabannya ada benarnya juga, namun kondisi di lapangan justru sebaliknya, ada yang berusaha mencapai kebebasan financial dengan harapan bisa bersantai-santai kemudian dan beribadah dengan leluasa, tapi untuk mengejar status tersebut justru membuat aktivitas Ibadan dan dakwahnya menjadi terganggu. Kalau kondisinya demikian sebenarnya apa yang mereka cari? Padahal tiap orang itu berbeda-beda symbol kesuksesannya. Dan manusia sudah pasti tidak akan puas dengan dunia sampai mulutnya di sumpel tanah, alias MATI.

Cobalah renungkan, ketika dulu kita belum punya handphone dan kemudian berhasil memilikinya, setahun kemudian kita berhasrat memiliki handphone jenis terbaru. Saat belum punya motor dan ingin sekali punya, kemudian Allah mengabulkan, tiba-tiba beberapa tahun kemudian kita sangat ingin memiliki mobil. Dan saat punya mobil kemudian lihat mobil tetangga lebih bagus dan lebih baru, lalu kita berhasrat memiliki yang lebih baru juga, begitulah seterusnya hati manusia tidak akan puas dengan dunia. Mobil atau motor yang sudah ada tidak puas catnya begitu-begitu saja kemudian di hias – hias dengan stiker agar bagus dan tidak pernah berhenti menghiasi perhiasan – perhiasan dunia.

Tidak salah memang mengejar dunia, kemudian kekayaan yang kita raih kita gunakan untuk kebaikan. Karena memang sebaik-baiknya harta ialah ketika dipegang orang yang shalih, tapi yang harus diperhatikan ialah jangan sampai ketika mengejar dunia tersebut jangan sampai membuat terlena sehingga melupakan aktivitas ibadah yang lebih esensial pentingnya dibandingkan mengejar status bebas financial. Karena, ada pepatah seorang sahabat yang berkata “jika kamu bersyukur dan puas dengan rezekimu, kamu akan merasa seperti seorang raja di dunia” jadi ketika ada orang yang sudah punya rumah mewah, mobil mewah dll, namun masih merasa kekurangan dan belum puas, maka ia termasuk orang yang MISKIN, karena ia selalu merasa kekurangan.

Semoga bermanfaat.

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/09/22787/ingat-kawan-mengejar-dunia-seperti-minum-air-laut/#ixzz269qnJAbu

About yumiyulanda
If something went wrong, don't be sad...it's just Allah's way to forgive your sins...

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: