Luruskan Niat Menikahmu

Luruskan Niat Menikahmu

25 Nov

Bagi yang paham, apabila sedang berada dalam proses menuju pernikahan, saat ditanya perihal niatan menikah, maka mayoritas jawabannya adalah sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT. Subhanallah.. betapa mulianya niat tersebut. Nah.. pertanyaannya, betulkah niatnya lurus untuk Allah dan hanya karena Allah? Hehehe.. biasanya, saat ditanya demikian, kita akan mengangguk yakin bahwa niatannya betul-betul lurus untuk ibadah kepada Allah.  Tapi sekali lagi, betulkah demikian?

Melalui postingan kali ini, yuk kita sama-sama analisis kelurusan niatan menikah kita. As usual based on my own experiences

 

Subhanallah.. Allah sungguh luar biasa. Pada saat saya sedang berproses ta’aruf kemarin, kami dipertemukan dengan seorang ustadz yang luar biasa pula, dan memang berkapasitas untuk menasihati orang-orang mengenai ilmu-ilmu pernikahan dalam Islam, terutama yang sedang dalam proses ta’aruf seperti kami.

Masih tampak jelas dalam ingatan saya, sore itu kami duduk di ruang buku ustadz tersebut, bersiap untuk mendengarkan berbagai wejangan demi kemudahan proses kami menuju pernikahan. Saya pribadi pada saat itu membayangkan akan menerima nasihat-nasihat indah yang menggiring harapan baik menuju pernikahan idaman. Hati saya dipenuhi pengharapan akan mendapatkan penjelasan mengenai langkah demi langkah yang jelas, untuk mencapai pernikahan yang barakah.

Pertemuan pertama saya dengan ustadz memperlihatkan saya pada sosok bapak yang tampak sangat bijaksana. Beliau ini merupakan mantan preman, yang setelah hijrah, malah semakin melesat dan kini sudah mendirikan banyak sekali rumah tahfidz untuk para santri penghafal Al Qur’an, subhanallah. Tak hanya itu, dunia kini justru berduyun-duyun mengejarnya.

Ustadz membuka percakapan melalui perkenalan dengan kami terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan bertanya mengenai kesibukan kami sehari-hari. Obrolan kami berlangsung sangat santai seperti sedang silaturahim biasa, bukan berguru atau memohon nasihat. Kami pun akhirnya menyampaikan niat kedatangan kami. Ustadz tersebut tersenyum memandangi kami yang saat itu sedang dalam proses ta’aruf. Bukannya memberikan nasihat, beliau malah meluncurkan pertanyaan, yang hingga sekarang menjadi pedoman kuat saya dalam pelurusan niat menikah. Simak baik-baik ya..

“Nak.. kalau kalian yang sudah berproses hingga sejauh ini ternyata  pada akhirnya kalian tidak berjodoh, tidak bisa sampai ke pernikahan..” beliau menghela nafas sebentar, kemudian menatap kami, “Bagaimana perasaan kalian?”

Seketika kami terdiam. Bagi saya pribadi, itu merupakan hal yang tidak pernah saya bayangkan sama sekali sebelumnya. Saking saya menikmati proses ta’aruf yang indah sesuai syariat Allah, tidak sekalipun terlintas dalam benak saya apabila kelak ternyata kami sebetulnya tidak berjodoh. Saya terdiam cukup lama, merenungkan seandainya hal tersebut benar-benar terjadi. Tidak terbayang sama sekali.

Ustadz memecah keheningan kami dengan mengulang kembali pertanyaan yang sama, “Bagaimana seandainya ternyata setelah berproses sejauh ini, ternyata kalian tidak bisa sampai ke pernikahan sebab kalian memang tidak ditakdirkan Allah untuk berjodoh?” Kami terdiam kembali dan benar-benar membayangkan apabila kelak hal tersebut benar terjadi. Dan akhirnya ustadz bertanya kembali, “Bagaimana perasaannya? Ternyata berat ya membayangkan bila setelah berproses sejauh ini ternyata tidak bisa sampai ke pernikahan?” Saya mengangguk dalam hati. Sungguh berat sekali membayangkan apabila benar suatu hari ternyata proses kami harus terhenti atas alasan apapun, sebab proses kami indah sekali, khususnya bagi saya.

“Nak.. rasa berat hati saat membayangkan seandainya diri tidak berjodoh dengan pasangan yang sedang berproses sekarang merupakan tanda bahwa niat menikahmu belum lurus untuk Allah SWT.” Subhanallah.. JLEB!!

“Ucapanmu mengenai niatan menikah karena Allah, demi ibadah yang lebih lengkap, pengutuhan keimanan, dll.. mudah sekali diuji kebenarannya dengan cara demikian tadi. Bayangkan bila seandainya tidak berjodoh. Ucapanmu diuji melalui rasa hatimu yang jelas tidak bisa berdusta.”

Seketika itu diri ini diliputi muhasabbah yang sangat dalam. Pernyataan ustadz tersebut berputar-putar di kepala. Saya menunduk. Benar, sangat benar. Rasa hati yang berat itu merupakan bukti nyata bahwa niatan menikah saya belumlah lurus karena Allah. Ustadz tersenyum. Tampak dari wajahnya, beliau sangat memahami jawaban dalam hati kami. Beliau kemudian melanjutkan, “Sebetulnya, bila niatan menikahnya benar-benar lurus, rasa berat hati apabila ternyata tidak bisa bersatu dalam pernikahan itu tidak akan ada. Hati yang lapang menerima dengan ikhlas atas apapun ketentuan-Nya bisa dengan mudah dimiliki apabila diri sudah sangat yakin bahwa apapun yang terjadi di muka bumi ini, sebenarnya merupakan ketentuan baik dari Allah. Lagipula, bila benar ternyata tidak berjodoh, berarti Allah sedang siapkan yang benar-benar terbaik menurut-Nya. Apa yang harus disedihkan?”

Saya menenggelamkan diri dalam muhasabbah yang lebih dalam lagi. Saya mengangguk lebih kencang dalam hati. Iya benar, itu benar, sangat benar. Ustadz melanjutkan kembali, “Jadi untuk menggapai pernikahan yang barakah, pertama-tama.. luruskan dulu niat menikahmu, sebab itu yang sebetulnya cukup sulit. Bila niatan sudah lurus, selebihnya insyaAllah akan dimudahkan.”

Ustadz menyampaikan kalimat demi kalimat dengan penuh ketenangan dan diwarnai senyuman yang sangat bijaksana. Sungguh, hari itu merupakan pembelajaran luar biasa. Yang awalnya mengharapkan nasihat langkah demi langkah menuju pernikahan barakah, justru dihadiahi nasihat yang sangat mendasar dan menjadi pondasi kokoh diri sebelum melangsungkan proses pernikahan.

Perjumpaan kami hari itu ditutup dengan sebuah pemaparan indah dari ustadz. “Nak.. tidak ada masalah sama sekali dengan hasil akhir yang tidak sesuai dengan harapan sekalipun, apabila dalam prosesnya kalian sama-sama menjalaninya penuh ketaatan kepada Allah disertai dengan niat yang lurus. Dan sekali lagi, niat yang lurus bisa diukur dengan bertanya pada diri sendiri perihal ikhlas atau beratkah bila ternyata tidak saling berjodoh. Yakinlah Allah pasti berikan keputusan yang terbaik bagi hamba-Nya. Jadi sebetulnya tak ada alasan bagi kita berberat hati terhadap apapun yang tak sesuai dengan harapan. Saya doakan, semoga niat lurus selalu bersemayam dalam hati kalian. Dan bila belum lurus, maka berlatihlah terus.”

Subhanallah.. sebuah perjumpaan yang sangat bermakna. Sejak saat itu, setiap hari saya melatih diri meluruskan niat saya menikah. Setiap ada sedikit  perasaan yang beranjak semakin dalam pada calon pasangan, seketika saya menarik diri dan meluruskan niat saya kembali, hanya untuk Allah, dan karena Allah. Hari demi hari saya berulang kali memaksakan diri meluruskan niat menikah yang sejujurnya tidak mudah, hingga akhirnya saya menemukan diri saya terbiasa dengan niatan menikah yang lurus, insyaAllah.

Alhamdulillah, sebuah pertemuan singkat dengan ustadz tersebut mampu mengkokohkan pondasi utama proses menikah, yaitu dalam hal pelurusan niat menikah.  Hingga akhirnya saya menyadari, tidak ada kekhawatiran sedikitpun aapabila ternyata jodoh saya bukanlah dia yang sedang berproses dengan saya. Cukuplah saya menjalankan prosesnya sesuai dengan yang Allah suka, dan hasilnya biar Allah yang tentukan, suka-suka Allah saja. Tapi bukan berarti saya tidak serius menjalankannya. Saya hanya berpegang teguh bahwa apapun yang jadi ketentuan Allah, pastilah yang terbaik. Menikah kapanpun pada waktu terbaik-Nya, dengan siapapun pilihan terbaik-Nya. Alhamdulillah, ringan sekali rasanya menjalani kehidupan dimana segala sesuatu hal digantungkan harapannya hanya kepada Allah dan hanya untuk Allah. Sebuah anugerah yang tidak semua orang bisa miliki bila ia tidak yakin kepada-Nya. Terimakasih ya Rabb, I love You more

http://febriantialmeera.wordpress.com/2012/11/25/luruskan-niat-menikahmu/

Menanti dalam Taat

Menanti dalam Taat

28 Nov

“Semoga Allah anugerahkan berlimpah rahmat, bagi hamba-hamba-Nya yang menanti dalam taat..” – Febrianti Almeera

 Di tengah hiruk pikuk kehidupan, ada orang-orang yg di tengah keramaian, justru merasakan kesepian. Mereka adalah orang-orang yang siang dan malamnya tecipta atas harapan-harapan kehangatan sanubari, yang tak kunjung terisi. Mereka yang dalam setiap sujud dan doa, menengadahkan tangan, dengan hati tertunduk malu, berbisik pada Illahi Rabbi, “Ya Rabb.. sesungguhnya Engkau Maha Tahu, betapa besar rasa rinduku, atas sosok pendamping pilihan-Mu..”

 

Mereka adalah orang-orang yang sangat pandai menyembunyikan betapa besar rasa ingin menikahnya, dalam ketaatan yang luar biasa. Meski kerinduan akan pendamping hidup semakin besar, mereka tak sibuk mencari-cari, melainkan sibuk tingkatkan kualitas diri, dan senantiasa mendekat pada Illahi Rabbi. Terkadang sesak di dada menyeruak sebab keinginan hati yang semakin mendalam. Dan bisa bertambah dahsyat saat tak sengaja memperhatikan kemesraan pasangan yang sudah halal. Betapa indah rengkuhan lengan  suami, betapa manis godaan bercanda sang istri, dan betapa syahdu jari jemari yang saling bertaut satu sama lain dalam balutan cinta halal yang menggugurkan dosa. Subhanallah, bulir-bulir airmata bisa mengalir sebab kerinduan yang luar biasa.

Bukan sebab tak berusaha, tapi memang hanya belum dipertemukan oleh-Nya. Jalan ikhtiar ditempuh sesuai dengan ridho-Nya, tapi ada saja hambatan yang menerjang kelancaran proses menuju hari bahagia yang dinantikan. Subhanallah, Allah sedang mempersiapkan kisah mengejutkan di depan sana. Kisah yang sangat indah dan sudah pasti terbaik. Allah adalah sutradara terhebat. Tak satupun mampu menebak alur kehidupan manusia yang sedang dirancang-Nya. Dan alur kehidupan yang Dia berikan untuk hamba-Nya, sudah pasti sesuai dengan kebutuhan hamba-Nya, indah dan terbaik. Siapa yang bisa meragukan skenario Allah?

Ya, manusiawi.. resah hati mungkin akan terus menyelimuti. Apalagi bagi yang sudah paham bahwa menikah adalah ibadah yang patut disegerakan, bagi yang sudah siap. Tapi sungguh, bersyukurlah akan nikmat penantian itu, sebab tak semua orang dianugerahi rasa kerinduan akan pasangan hidup. Masih banyak orang di luar sana yang dirinya disibukkan untuk mengejar karir, harta, atau popularitas, hingga tiba suatu masa mereka baru menyadari sudah terlampau jauh langkahnya, sedangkan usia telah menuai senja. Tak ada teman berbagi menjelang hari tua, menggapai kebarakahan hidup bersama. Maka bersyukurlah yang sudah diizinkan Allah merasakan kerinduan akan pasangan, bukan sekedar sebagai pengejawantahan syahwat, melainkan karena ingin bersegera memuliakan diri.

Rasa ingin bersegera memperoleh pendamping pada masa-masa sendiri ini, bisa jadi Allah berikan sebagai ujian. Sejauh mana kita mampu untuk tetap mempertahankan kecintaan kita pada-Nya meski kita sedang melakukan pencarian cinta manusia. Sekuat apa kita bertahan dalam ikhtiar melalui jalan yang diridhoi-Nya saat Allah coba jatuhkan berulang kali. Dan yang paling penting, selurus apa niatan kita menikah. Allah persulit bukan karena tak sayang pada diri yang sudah menanti-nanti, melainkan Ia hanya ingin persiapkan kita mental yang lebih kuat dan niat yang lebih istiqomah. Berbaik sangkalah pada-Nya, tak mungkin Allah hadirkan rintangan tanpa maksud. Dan bukankah sebuah perjuangan terasa lebih indah saat mampu melewati hal yang sulit. Begitu pun penantian, ia merupakan sebuah perjuangan yang sangat hebat.

Hari demi hari, gunakan untuk mentafakkuri, meluruskan segala niat dalam hati, hanya untuk Allah dan karena Allah. Meski gelisah melanda setiap waktu, tapi beruntung.. sabar dan berserah kepada Allah mampu menenggelamkan ego. Anugerah yang amat patut disyukuri. Tak usah risaukan hasil akhir, sebab itu hak prerogatif Allah. Tugas kita cukup pastikan ikhtiar penantiannya senantiasa lurus sesuai yang Allah ridhoi. Yakin.. Allah Maha Tahu, kapan waktu yang terbaik menurut-Nya untuk saling dipertemukan, dan siapa pasangan yang paling tepat disandingkan dengan kita, menurut-Nya.

 

“Segala resah, insyaAllah menuai berkah, hingga tiba hari yg indah. Berserahlah pada Allah, memohon ridho bagi hamba-hamba-Nya yang menanti dalam taat.” – Febrianti Almeera

http://febriantialmeera.wordpress.com/2012/11/28/menanti-dalam-taat/

Cinta

cinta menurutku tak berwarna

ia menjadi jingga sebagai mana kau memaknainya

ia pun menjadi kuning, biru dan merah

sebagaimana kau menginginkannya

cinta bagiku tak ubahnya kumpulan narasi

tentang kejujuran dan keberanian

tentang kemarahan dan kasih sayang

cinta adalah lukisan yang unik dan tak terkatakan

sebab ia menenggelamkan kita

pada angan-angan dan mimpi yang abadi

dan cintaku padamu

adalah surga yang tak bisa kumasuki

jika tanpamu

#Menjadi Isteri Shalihah

#Menjadi Isteri Shaleha

#NTMS khususnya bagi penulis, untuk meraih Ridha Allah dgn berusaha menjadi isteri shaleha :’) by fufuelmart

Chirpstories

Bismillah, smg kultwit #MenjadiIsteriShaleha ini jg sbgai #NTMS pengingat saya. Bkn u/ menggurui, namun u/ sama2 belajar :’)

1.Wanita itu sungguh istimewa; Allah mengistimewakannya dgn berbagai peran sekaligus yg hrus dijalani. #MenjadiIsteriShaleha

2.Ya, wanita Allah ciptakan istimewa dgn kemampuan #MultiTasking yg ia miliki. #MenjadiIsteriShaleha

3.Slh stu peran yg istimewa itu adl menjadi seorang isteri; mnjdi pelengkap, pendukung, serta penentram u/ suami. #MenjadiIsteriShaleha

4.Memang sangat istimewa; namun trnyata #MenjadiIsteriShaleha itu tdk gratis, harus ditempuh dgn cara2 yg istimewa pula. :’)

5.Karena #MenjadiIsteriShaleha itu bkn sebuah ‘gelar’, melainkan akumulasi pencapaian yg hasilnya ddpt kelak di akhirat :’)

6.Maka ikhtiar #MenjadiIsteriShaleha itu adl proses yg hrus dijalani setiap wanita, seumur hidupnya, slma ia mnjadi seorg isteri. :’)

7. #MenjadiIsteriShaleha adl sbgai pelengkap suami; menutup sgala aib&kekurangannya, menonjolkan sgala kelebihan potensial suami :’)

8.Kekurangan suami bkn u/ dpermasalahkan, melainkan u/ sama2 dperbaiki dan dilengkapi o/ kelebihan isteri. #MenjadiIsteriShaleha

9.Hendaknya tak membanding2kan suami dgn lelaki lain, itu akan menyakitinya. Jdilah pelengkap u/ ‘tumbuh’ bersama. #MenjadiIsteriShaleha

10.Bkn berarti suami adl pemimpin, isteri selalu mngandalkan&menyerahkan sgalanya pd suami. He need you.. #MenjadiIsteriShaleha

11.Seorg suami jg manusia biasa, ia berhak u/ khilaf. Mk dstulah peran isteri mlngkapinya, mngingatkan kesalahannya. #MenjadiIsteriShaleha

12.Dgn cara yg ahsan; bila seorg isteri ingin dperlakukan lembut, tentu ia sndiri mesti berlaku lembut terhadap suami. #MenjadiIsteriShaleha

13. #MenjadiIsteriShaleha adl sbg pendukung suami; menjdi supporter prtma langkah2 kebaikan yg suami lakukan. #MenjadiIsteriShaleha

14.Isteri menjadi sandaran pertama suami saat gundah; jadikan dirimu tempat ternyaman baginya. #MenjadiIsteriShaleha

15.Hal jazaaul ihsanu ilal ihsan; tak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan. #MenjadiIsteriShaleha

16.Saat niat baik belum terbalas; bersabarlah, bicarakan ulang, blh jdi terjdi kesalahpahaman. #MenjadiIsteriShaleha

17.Dukunglah visi misi dan impian suami; selaraskan dgn mimpimu. Kesuksesannya berpegang pd seberapa ‘cerdas’ isteri. #MenjadiIsteriShaleha

18.Komunikasikan sgala hal; jadikan suami tmpt ternyamanmu berbagi, jgn sampai org lain yg mengganti posisi itu. #MenjadiIsteriShaleha

19.Jgn pendam perasaanmu, luapkanlah padanya, dgn begitu akan membuat suami memiliki arti penting bagimu. #MenjadiIsteriShaleha

20.Bila ingin dimengerti, mengertilah ia terlebih dahulu. Jgn egois; biasakan ‘memberi’ dbnding ‘menuntut’. #MenjadiIsteriShaleha

21.Karena scra hukum alam pun, bila kita ‘memberi’ scra otomatis akan ada timbalik ‘menerima’. Bersabar ya… #MenjadiIsteriShaleha

22.Predikat u/ wanita itu mulia; selalu ada wanita hebat dibalik seorang lelaki hebat; ialah ibu&isterinya. #MenjadiIsteriShaleha

23.Maka persiapkan dri skr ilmu&mental yg utama; karena #MenjadiIsteriShaleha never ending learning :’) #bismillah

24. #MenjadiIsteriShaleha adl tabungan surga bagi suami; maka senantiasa berbuat baik, mengingatkan suami akan kebaikan jg mnjd kewajiban.

25.Ada saatnya seorg isteri jg menjadi konselor, partner, sahabat, dan teman diskusi suami u/ berbagi ilmu. #MenjadiIsteriShaleha

26.Jgn sampai karena sdh tahu aib&kurangnya, justru membuat ‘kilau’ suami pudar di mata isterinya sndiri. #MenjadiIsteriShaleha

27.Ada saatnya jg seorg isteri menjadi adik atau anak kecil yg dirindukan kemanjaannya oleh suami. #MenjadiIsteriShaleha

28.Jgn sampai, pesona cinta itu kering dan perlahan memudar karena terlalu kaku dan serius dlm mnjlin hubungan. #MenjadiIsteriShaleha

29.Saat suami brda dlm ‘kegelapan’ jdlah neon yg mnranginya; saat ia dlm kedinginan jdlah selimut yg mnghngatkannya. #MenjadiIsteriShaleha

30.Sskali rangkul saat ia merasa sendiri&kesepian; seringkali lelaki tak mampu mengungkapkan perasaannya dgn kata2. #MenjadiIsteriShaleha

31.Jgn smpai isteri tidak peka pada kondisi yg sdg dialami&dirasakan suaminya sndiri. #MenjadiIsteriShaleha

32.Suami itu adl imam, dan isteri adl makmum nya, maka mengingatkan suami saat ‘salah’ adl suatu keharusan. #MenjadiIsteriShaleha

33.Kelak diakhirat, wanita mnjdi tanggungjwb 4 pria; ayahnya, suaminya, anak lelaki&saudara lelakinya. #MenjadiIsteriShaleha

34.Maka kebaikan yg dlakukan seorg wanita akan mngalir u/ banyak orang di sisinya, teruslah menggapainya :’) #MenjadiIsteriShaleha

35.Lakukan segala hal tetap karena Allah, termasuk niatkan #MenjadiIsteriShaleha jg untuk Allah. Dgn begitu akan terasa sederhana&mudah :’)

36.Sgla hal yg melibatkan Allah, akan terasa ringan. Bila trnyata msh merasa sulit #MenjadiIsteriShaleha blh jd Ridha Allah tak menyertai.

37.Stlh menikah, Ridhanya Allah ada di Ridha suami. Mk selaraskan,serasikan, setujuankan sgl lngkh isteri dgn suami. #MenjadiIsteriShaleha

38.Suami-isteri harus ‘kompak’ u/ berlomba2 dlm kebaikan; tebar kebermanfaatan; menghndari kemaksiatan. #MenjadiIsteriShaleha

39.Untuk #DearMuslimah yg sudah menikah, yuk sama2 insterospeksi diri, sudahkah qt berada djlan yg baik u/ #MenjadiIsteriShaleha ?

40.Cara paling efektif adl dgn berani menanyakan ‘nilai’ kita, sgla kurang&lebih pd suami. Adkah yg mesti diperbaiki? #MenjadiIsteriShaleha

41.U/ #DearMuslimah yg belum menikah; yuk ikhtiar terus gali ilmu #MenjadiIsteriShaleha terutma prsiapkan mental.

Yg mau ilmu praNikah u/ mngetahui #KriteriaPasangan #MenjadiIsteriShaleha blh ikut event bareng sy & @canunkamil |Bdg,30Des: cp 085222244248

Sekian tweeps kultwitnya, #NTMS u/ diri saya sndiri agar terus mengupayakan predikat #MenjadiIsteriShaleha @canunkamil aamin :’)

Smg bermanfaat ya tweeps khususnya #DearMuslimah dlm menggapai Ridha Allah melalui #MenjadiIsteriShaleha :’)

#MenjadiIsteriShaleha tentu harus #NikahDewasa sila cek >> http://t.co/4g6hoOhJ 😉

Yg mau #MenjadiIsteriShaleha namun “Tak Jua Bertemu Jodoh” disila baca >> http://t.co/PF28uWHD

Yg mau #MenjadiIsteriShaleha maka “Menikahlah Bukan karena Masa Lalu” >> http://t.co/rNwtvTFl

Yg mau #MenjadiIsteriShaleha itu “Tidak Pacaran Tapi Menikah” disila baca >> http://t.co/MQ21mvot

Dan bagi yang sedang menanti #MenjadiIsteriShaleha ini ada “Surat Cinta dari Jodohku” sila baca >> http://t.co/YXnjnD6n

Kultwit @Yusuf_Mansur – #masukkubur

Kultwit @Yusuf_Mansur – #masukkubur

Assalamualaikum,

Alhamdulillah hari ini sempat kirim kultwit lagi. Saya pengen sharing keutamaan di hari Jumat, salah satunya membaca Surat Al Kahfi ayat 1-10. Banyak keutamaannya, modal atau investasi kita untuk masa yang akan datang. Kenapa investasi, karena telah dijelaskan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam adalah untuk menangkal fitnah Dajjal. Yaitu dengan membaca dan menghafal beberapa ayat dari surat Al-Kahfi. Sebagian riwayat menerangkan sepuluh yang pertama, sebagian keterangan lagi sepuluh ayat terakhir.

Imam Muslim meriwayatkan dari hadits al-Nawas bin Sam’an yang cukup panjang, yang di dalam riwayat tersebut Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,  “Maka barangsiapa di antara kamu yang mendapatinya (mendapati zaman Dajjal) hendaknya ia membacakan atasnya ayat-ayat permulaan surat al-Kahfi.

Ust Ihsan Tanjung, menguraikan dalam tulisannya tentang riwayat dajjal, boleh simak kisahnya di blog kami www.irajimmy.com, Kisah Dajjal yang saya upload akhir pekan lalu.

Oya, buat teman-teman yang ingin mendapatkan buku Kuliah Tauhid ust @Yusuf_Mansur untuk teman-teman yang di kantor bisa di pesan melalui mba Defianti, ext 709
Untuk yang di luar kantor boleh sms istri saya di 0812.21.456.21 harganya Rp 100.000 belum termasuk ongkir.

Mohon maaf yaa dalam email ini saya melampirkan promosi buku ust Yusuf Mansur, karena dengan membeli buku tersebut, kita juga bersedekah 15% untuk santri Daarul Quran, para penghafal al quran yang janji-Nya akan dimuliakan Allah swt. Isinya juga mengandung banyak pesan untuk keselamatan dan kebaikan untuk diri kita, keluarga, kerabat dan sahabat semua..
Insya Allah, kalau kita membantu agama-Nya, kita akan dibantu juga dari jalan mana saja oleh-Nya dengan ribuan tentara malaikatnya.
Allahumma shali alla Muhammad. ..

Semoga berkenan, wassalamualaikum.
JWB

#masukkubur 1. Kalo saya kultwit malam ini, emangnya sempet baca…? Panjang loh… yang lama udah dibaca belom…? Suasana hatinya pada gmn…?
#masukkubur 2. “Mustafa…!!!” Laki2 yang mendatangi Mustafa,lama2 berwajah seram betul. “Berani2nya Kamu masuk kubur…???!!!”
#masukkubur 3. Mustafa trdiam. Bingung. Takut. Mustafa cerita sama saya, “Suf, keringet saya segede2 jagung…”.
#masukkubur 4. Air mata saya sudah menetes, saat keluar dari rumahnya. Kami kembali duduk di serambi keamanan, di gerbang pondoknya Mustafa.
#masukkubur 5. Tambah menetes ketika kemudian Mustafa mulai bercerita. Duh ya Allah, saya ngga ada secuilnya Mustafa.
#masukkubur 6. Duren yang trhidang di antara kami, rasanya sulit saya makan. Saya melihat rumah beliau tsb.
#masukkubur 7. Tahun itu tahun 2003. Tahun di mana saya masih sgtt2 bermasalah di ursn finansial. Namun Allah masih meneteskan Kasih Sayang-Nya.
#masukkubur 8. Saya melihat lagi pick-up bututnya Mustafa. Kenangan saya ber-flash-back ke masa2 kami kuliah…
#masukkubur 9. Semasa kuliah, kami2 masih jarang banget yang bawa motor, beliau udah naik kijang Grand Extra baru, kadang juga New Corolla.
#masukkubur 10. 2004, saya mengunjungi Mustafa. Di kediamannya. yang sekaligus menjadi komplek pesantren.
#masukkubur 11. Mustafa melanjutkan kisahnya… “… Keringat saya keluar segede2 jagung Suf… Ketakutan. Merinding. Nih malaikat nanya…
#masukkubur 12. “… Berani2nya saya masuk kubur…”. Tambah lagi saya ketakutan saat malaikat nanya…
#masukkubur 13. “Amal apa yang Kamu banggain? yang bisa nyelametin Kamu dari siksa kubur? Sampe Kamu berani masuk sini?!”
#masukkubur 14. Mustafa cerita, “Saya binggguuuuuunnnngggg… Saya udah meninggal apa yak…???” Tanyanya pada diri sendiri…
#masukkubur 15. “Tapi nyatanya saya udah di sini. Udah di kuburan…!!! Oh, rupanya begini wajah malaikat kubur…”
#masukkubur 17. Saya inget lagi pertanyaan ini malaikat, begitu Mustafa meneruskan kisahnya. Amal apa yang dibanggain? yang bisa nyelametin…
#masukkubur 18. Semakin saya berpikir, semakin saya ngga ketemu jawabannya. Dan semakin merinding saya dibuatnya. Saya merasa ngga bakal selamet..
#masukkubur 19. OL braders n sisters… Mustafa ini bukan orang jahat. Tidak pula nakal.
#masukkubur 20. Saya mengenal beliau, sebagai alumni Daarurohmaan. Pesantren pimpinan Kyai Syukron Makmun. Lurus malahan. Baik pula.
#masukkubur 21. Beliau ini baik sekali. Kesukaannya duren. Sama Dengan saya. Tapi ada bedanya Dengan saya, dalam hal beli duren.
#masukkubur 22. Kalau beliau beli duren, beliau beli sekalian tukang2nya…
#masukkubur 23. Ya. karena uangnya banyak, dia kalo beli duren, diborong sekalian tukang2nya. Maksudnya, sekalian buat ngupasin.
#masukkubur 24. Satu saat saya nanya sama beliau, banyak amat Ji Mus? Beliau blg, ngga apa2. Nyenengin abangnya. Durennya dibagi2in.
#masukkubur 25. Beda banget sama saya. Saya beli pas2an aja. Palingan bawa bbrp buat orang rumah.
#masukkubur 26. Jidat Mustafa beda juga sama saya. Sejak jadi temen kuliah, jidatnya udah ada tanda sujud.
#masukkubur 27. Dengan sgl yang saya tau tentang kesalehan&amal beliau, beliau masih ketakutan&ga siap. Pegimana saya???
#masukkubur 28. Di serambi keamanan pondok, di gerbang pesantren, air mata saya terus mengalir mendengar kisahnya.
#masukkubur 29. Seraya saya saat itu berdoa, agar bisa melakukan yang Mustafa lakukan, setelah peristiwa masuk kubur.
#masukkubur 30. Oh ya, ada yang lupa. Salah. Bukan 2004. Tapi 2003. Tahun di mana saya atas izin Allah, belajar tentang #sedekahterbaik.
#masukkubur 31. Betul. Tahun 2003. Bukan 2004. Tahun di mana saya belajar tentang ngenolin harga. Meresetnya jadi 0:0.
#masukkubur 32. Tahun 2003, pasca ketemu Mustafa, atas izin Allah, saya menyedekahkan 100% royalti buku saya, yang trnyata jmlhnya milyaran.
#masukkubur 33. To be continued… Udah masuk rumah… Lihat situasi dulu. Kalo diizinkan sama istri, saya lanjut… Doain yaaa…
#masukkubur 34. Horeeeeee…!!! Diiziniiiiiiinnnn… Tapi baca al Mulk dulu yah… Takut keburu ngantuk… Takutnya masuk kubur malam ini…
#masukkubur 35. Saya kasih tau Wirda, dan semua yang ikut di rumah saya, baca al Mulk dulu. Surah Tabaarok. Surah ke-67. Sebelom tidur.
#masukkubur 36. Jaga2 dicabut nyawa malam ini, jadinya udah siapan dikit.
#masukkubur 37. Wirda nanya, “Dosa diampunin ya Pah?” “Iya.” “Semuanya?” “Ya, semuanya. Sampe bikin dosa baru lagi.”
#masukkubur 38. Wirda trsenyum, saat saya bilang, termasuk dosa shubuh kesiangan, he he. Seneng banget dia… “Siap Pah…!!!”
#masukkubur 39. Kalo baca al Mulk sebelum tidur, ia penyelamat di alam kubur. ngga ada dah Mudah-mudahan pertanyaan yang ngeribedin kayak Mustafa.
#masukkubur 40. Ok, break dulu. Kita baca dulu al Mulk ya. Semoga semua fadhilah surah ini kita dapat Baik yang diketahui, maupun yang tidak.
#masukkubur 41. Malam ini malam Jum’at. kalau sempet, tambahin Dengan surah al Kahfi ya. Al Mulk… Bismillaah… Tabaarokalladzii biyadihilmulk…
#masukkubur 42. Bismillaahirrahmaanirrahiim… Kita mulai lagi kah…? Belom ngantuk kah…? Niatin ibadah ya. Nuntut ilmu. Bismillaah…
#masukkubur 43. Mustafa ini bos saya. Saya mulai dagang tahun ’92-an. Saya kuliah di IAIN umur 14th. He he he, masih bocah.
#masukkubur 44. Saya masuk SD nya kecepetan. Umur 3th udah kelas 1. Kenapa bisa? sebab sekolahnya punya sendiri, ha ha ha.
#masukkubur 45. ’94 mulai kenalan sama Mustafa. 1 kampus. 1 fakultas. Beda jurusan. Sama Mustafa ini saya disupport. Alhamdulillaah.
#masukkubur 46. Seperti saya cerita, Mustafa ini bukan maen kayanya. Setidaknya ukuran anak2 IAIN, he he. Tapi ya emang kaya dah.
#masukkubur 47. Dan Mustafa ini saleh orangnya. ngga demen bercanda. ngga demen nongkrong. Baca kitab kuning gundul, gape banget. Kita2…?
#masukkubur 48. Baca kitab yang bertuliskan arab berewokan aja, ngga bisa, he he he. Apalagi yang gundul. Mustafa jadi ustadz duluan ketimbang saya.
#masukkubur 49. lebih saleh, lebih ‘alim, lebih lurus, lebih lempeng. Kira2 habis KKN, kami ngga ketemu lagi. Mustafa lulus tahun ’97 kalau ga salah.
#masukkubur 50. Saya alhamdulillaah th ’97, DO…!!! He he he. Nah, terus ngga ketemu2 dah…
#masukkubur 51. Ketemu2 lagi 2003 itu. Di satu serambi masjid kami ketemu. Saya senang banget ketemu beliau. sebab saya punya hutang! He he.
#masukkubur 52. Nah kan sebab ketemu, saya bisa minta doanya beliau agar hutang saya ke beliau bisa lunas. 2003, hutang saya masih SEGUNUNG…
#masukkubur 53. Alhamdulillaah, Mustafa ngasih wkt buat saya. Semua atas izin Allah. Beliau memang baik sekali.
#masukkubur 54. Saat ketemu, beliau Sedang ambil S2. No wonder. sebab beliau emang puinter. Dan dedikasinya terhadap ilmu, masyaAllah. Kaya, saleh…
#masukkubur 55. Plus pinter… Wuah, bahagia sekali yang menjadi istri dan ibunya… Saya ngiri sama beliau.
#masukkubur 55. “Suf… Maen dong ke pesantren saya…” Wuah, pesantren… Tambah punya pesantren pula.
#masukkubur 56. Tadi mestinya 56 ya? Ya, maaf ya. Wajah Mustafa bertambah ademnya. Tawadhu’nya tambah kelihatan. Wibawa banget.
#masukkubur 57. Mustafa pun tinggi besar? Saya? He he he, liat aja saya besok Jum’at di TVONE. Jam 8 pagi. tapi jangan diukur tingginya ya, he7x.
#masukkubur 58. “Antum dah punya pesantren?” tanya saya. “Iya. Alhamdulillaah. Maen ya. Liat2, dan doain…”
#masukkubur 59. Wuah, Mustafa minta didoakan… Menetes betul air mata saya. Saya banyak salahnya sama beliau. Hutang pun masih ada.
#masukkubur 60. Koq ya saya masih dimintanya silaturahim, dan minta didoakan. Matanya, senyumnya, tulus. ngga maen2…
#masukkubur 62. “InsyaAllah Ji Mus. InsyaAllah saya maen.” Saya di 2003 belum punya pesantren. Belom ada nama Daarul Qur’an. Baru Wisatahati.
#masukkubur 63. “Di mana Ji pesantrennya?” “Di Cileungsi.” “Apa namanya?” “Daarul Mughni.” Ngambil berkah nama babeh,” kata beliau.
#masukkubur 64. Wuah… Nmr 61 kelewat lagi… Duh duh duh… Lanjut aja dah… Setelah dapat alamat&ancang2nya, saya ke sana.
#masukkubur 65. Pas hari H, saya beli duren dulu. Mengenang beliau. Mengenang pertemanan kami. Saat kami usaha di bidang komputer&edukasi.
#masukkubur 66. Rencananya saya mau makan bersama beliau. Sengaja ngga ada duren yang saya buka dan cicipi. Biar bareng2.
#masukkubur 67. Alhamdulillaah… setelah ngikutin petunjuk arahnya, saya kemudian menemukan 1 belokan lagi menuju pesantren dimaksud.
#masukkubur 68. Pas masuk komplek, sebelum gerbang utama pesantren Daarul Mughni, sblh kiri saya, ada rumah mewah, yang beda banget Dengan yang lain.
#masukkubur 69. Dalam hati saya, oh ini nih rumahnya Mustafa… Rumah kyainya pesantren ini. Namuuuuuunnn, koq di luar pesantrenya?
#masukkubur 70. Ya, di luar pesantren lokasinya, walo dempetan sama tembok pager pesantren. Saya masuk ke dlm, santri2 dah nyambut.
#masukkubur 71. “Ustadz Yusuf ya?”, tanya santri2 yang jaga gerbang. He he he, 2003, masih belom dikenal. Berdiri di halte juga ngga ada yang moto…
#masukkubur 72. “Ada Haji Mustafanya?” “Ada. Dah ditunggu Stadz.” Sejak di mobil, pas melewati gerbang, pandangan saya terganggu.
#masukkubur 73. Terganggu Dengan rumah persis di belakang gerbang utama. Jadi, pas masuk, saya ngeliat rumah ini. Paaaasss di gerbang banget.
#masukkubur 74. Dan rumah ini, jelek banget2. Jelek kuadrat. Jadi ngeganggu komposisi keindahan pesantren. Dari kayu tua, lusuh. Rumah lama.
#masukkubur 75. Dan rumah ini begitu kecil. Tertutup pula. Sepi. Saya berpikir, “Mungkin ini rumah penduduk yang ngga mau dibayarin pesantren.”
#masukkubur 76. Saya brpikir lagi, kenapa Mustafa membiarkan rumah jelek ini, dan ngebangun rumah di luar pager pesantren?
#masukkubur 77. Tapi cepat saya mengingatkan diri saya, “Ah, bukan urusan saya…”. Saya memilih menikmati suasana pondok&pertemuan Dengan Mustafa.
#masukkubur 78. Mustafa ngelirik mobil saya. Escudo 2.0i. Saya melirik mobil dia, ngga ada…!!! Ya, ngga ada mobil2 mewah yang saya liat sblmnya.
#masukkubur 79. Kecuali mobil pick-up, yang juga maaf, jelek. He he he, sombong ya? Ini cerita loh… Ngalirnya emang begitu.
#masukkubur 80. “Ji Mus… Kemana mobil2 antum…?” Antum itu=Kamu, Anda, dalam bahasa sopannya bhs arab. “Dijual,” jawabnya enteng. #masukkubur
#masukkubur 81. “Pick-Up ini…?” “Ya, disisain ini. Buat angkut2 barang belanjaan kebutuhan santri…” “Ooooohhh…”
#masukkubur 82. Kami liat2 pesantren. Muter2. “Ji Mus, saya bawa duren nih…”. Mustafa tertawa. “Masih inget aja…”
#masukkubur 83. Selesai keliling, saya buka bagasi Escudo2.0i. Ngmbl duren. Malu juga. Saya yang punya hutang, malah mobilnya Escudo, he he.
#masukkubur 84. “Makan di mana nih?” Mustafa jawab, “Di situ aja. Di serambi keamanan…”. Di gerbang tadi.
#masukkubur 85. Dari sini tweet2 ini bermula kisahnya… Subhaanallaah… Maha Indah Allah memberi kesempatan saya mengajar malam ini…
#masukkubur 86. Saya kangen Mustafa. Saya hampir nangis lagi nih. Cengeng. Melo. Besok di ANTV, saya sudah rekaman. Mengisahkan kisah ini…
#masukkubur 87. Di ujung acara ANTV episode besok, saya katakan, saya kangen sama Mustafa. Kangen sama wajah salehnya… Senyum salehnya…
#masukkubur 88. HP saya baru. Dakota. He he, ini mo saya lelang. Silahkan kalau ada yang mau beli. Duitnya bagiin sendiri. @masmono08 yang menang.
#masukkubur 89. Cuma beloman diambil beliau. Nah, di HP lama, nmrnya Mustafa. tapi saya yakin, kisah di ANTV, dan di Twitter ini, bakal nyampe.
#masukkubur 90. Duren2 dibawa ke serambi keamanan. Sekali lagi saya melijat rumah jelek yang kecil ini. Tapi saya ngga berani nanya.
#masukkubur 91. Saya pernah ke rumahnya Mustafa. Gede betul. Pintunya, 2 setengah kali saya.
#masukkubur 93. Sorry, 92 kepencet. Menghina betul nih pintu, begitu kata saya dulu. Koq ya bisa lebih tinggi nih pintu kemana2, he he he.
#masukkubur 94. Saat itu Mustafa beli lemari. Lemarinya ngga dibongkar. Kata Mustafa, “Pintu saya gede. Lemari ini insyaAllah langsung muat…”
#masukkubur 95. Tapi kami terkekeh kekeh. Trnyata lemari ini masih lebih besar sekian cm.
#masukkubur 96. “He he, trnyt masih ada yang lebih tinggi dari pintu saya,” kata Mustafa. Lemari dipotong. Kalo saya, ngga usah dipotong, ha ha ha.
#masukkubur Begitulah pintu rumahnya Mustafa. Pintu yang saya kenal. Dari rumah mewahnya beliau. Dan di dalam rumah mewah itu, penghuninya saleh.
#masukkubur 98. yang tadi ngga ada nomornya ya? Tadi 97. Jadi sekarang 98.
#masukkubur 99. Skrng, di serambi keamanan pondok, saya memandang rumah di depan mata saya. Serambi ini, menghadap ke rumah itu.
#masukkubur 100. sekarang masuk nih ke nmr2 penting. Don’t go anywhere… I’ll be back… Soon… Istirahat bentar. Jempol keriting, he he.
#masukkubur 102. Sampe mana ya? Sampe mata saya ngeliat rumah kecil nan jelek. Ok.
#masukkubur 103. Pas mau makan duren, Mustafa bilang, “Suf, ke rumah saya yuk sebentar. Doain rumah saya…” Saya mengangguk.
#masukkubur 104. Mustafa bangun, saya bangun. Mustafa nyarisendal, saya nyari sendal juga. Mustafa berdiri, saya berdiri juga…
#masukkubur 105. Mustafa bergerak, jalan, saya bergerak dan jalan pula. Saya menuju ke gerbang. Gerakan badan saya, memutar, menuju gerbang.
#masukkubur 106. Mustafa tertawa, “Mau kemana Suf?”
#masukkubur 107. “Lah, katanya mau ke rumah antum?” Bahasa tubuh saya seolah menegaskan, “Yg itu kan? yang di luar itu?” Mustafa tersenyum.
#masukkubur 108. “He he he, banyak yang mengira, rumah saya di sana. Bukan. Rumah saya yang ini….”. Katanya sambil bergerak jalan…
#masukkubur 109. Ya Allah… Merinding saya. Saya mengenal tentang beliau. Melihat beliau jalan, saya ngikutin arah jalannya beliau.
#masukkubur 110. Trnyata bener. ngga salah. rumah yang saya bilang jelek, mengganggu pesantren, adalah rumahnya Mustafa sendiri!!!
#masukkubur 111. Bagaimana bisa…??? Tanya saya dalam hati. Dengan suasana hati ngga keruan.
#masukkubur 112. “Assalaamu’alaikum…”, salam Mustafa, sambil ngedorong pintu nan kecil itu…
#masukkubur 113. Mustafa mempersilahkan masuk. Saya liat Mustafa membungkuk. Saya pun masuk. Dan masyaAllah… Saya pun harus membungkuk…!!!
#masukkubur 114. Pintu begitu pendek. Kecil. Shingga saya sendiri harus membungkukkan kepala saya agar tidak kejedot atasnya pintu.
#masukkubur 115. Saya liat sekeliling rumah kecil ini. Tak ada peralatan apa2! Alat masaknya, dari kayu api. Ditiup romannya buat nyalain api.
#masukkubur 116. Saya menggeleng2kan kepala, tanpa keliatan Mustafa. “Suf, ayo doain dulu. Maaf, istri saya udah tidur rupanya.”
#masukkubur 117. Ya Allah, entahlah dulu perasaan saya apa. Mustafa anaknya 7. Istrinya adalah ‘Azizah. termasuk bidadari kampus.
#masukkubur 119. Apa yang terjadi Dengan Mustafa. Sekilas saya liat, anak2nya tidur di tiker. Dan hampir pasti ngga ada tempat tidur.
#masukkubur 120. Koq bisa…? Begitu saya terus bertanya dalam hati.
#masukkubur 121. Usai doa, kami balik lagi ke serambi keamanan.
#masukkubur 122. “Ji Mus… Maaf… Apa yang ssungguhnya trjadi…? Saya lalu ngomong sedikit tentang apa yang di hati saya…
#masukkubur 123. Mustafa jawab, “Ya udah, tadinya saya ngga mau cerita. Tapi Mudah-mudahan jadi kebaikan buat antum Suf…”
#masukkubur 124. Mulailah Mustafa cerita apa yang saya ceritakan di nmr2 awal.
#masukkubur 125. “Alhamdulillaah Suf. Saya bangun dari tidur saya. Rupanya saya bermimpi,” Mustafa bertutur. Dia mimpi masuk kubur.
#masukkubur 126. Begitu nyata katanya. Sehingga seperti beneran. “Ini baru mimpi gimana beneran?”, katanya.
#masukkubur 127. Tanpa buang waktu, Mustafa cerita ke istrinya, Azizah. tentang apa yang terjadi dalam mimpinya.
#masukkubur 128. bahwa ketika dia ditanya sama malaikat, apa amal yang dibanggakan? Hingga berani masuk kubur? Trnyt tak ada. Mustafa ketakutan.
#masukkubur 129. Akhirnya beliau&istrinya sepakat untuk menjual semua hartanya, di Jalan Allah. Menukarnya dengan sebuah pesantren.

 

Perempuan itu harus …..

Pesan bijak  –> .. Perempuan itu harus “faqihatun lidiiniha” yaitu paham dan mengerti soal agama, agar tahu kewajiban dan hak, karena kita kelak harus jadi tiket keluarga ke syurga. Perempuan itu harus “zaujah shalihah mu ayyidah li islami zaujiha” ilmu yg kita punya harus dapat menguatkan keislaman suami ( meskipun belum menikah, harus mengerti) bukan malah menyulitkannya. Dan yg terpenting perempuan itu “umm murabbiyah liaudi ha bitarbiyah sahihah” harus jadi madrasah bagi anak anak suaminya, dakwah itu CINTA.

*belajarlagi* 🙂

Tiga Cerita Sejarah, Modal Mengukir Sejarah Kemenangan

Tiga Cerita Sejarah, Modal Mengukir Sejarah Kemenangan

Rubrik: Sejarah Islam | Oleh: Muhammad Anis Matta, Lc – 10/03/13 | 21:01 | 28 Rabbi al-Thanni 1434 H

Ilustrasi. (scenery-wallpapers.com)

Ilustrasi. (scenery-wallpapers.com)

dakwatuna.com – Jika kita ingin mengukir cerita sejarah kita, cobalah berimanijinasi, menghayal. Hayalkan semua cerita yang akan kita wariskan kepada anak-anak kita, cucu-cucu kita, kepada orang yang datang sesudah kita. Mungkinkah cerita itu suatu waktu akan menjadi tema khutbah generasi yang akan datang? Mungkinkah cerita itu akan menjadi catatan sejarah yang akan dibaca oleh puluhan tahun generasi yang akan datang? Itulah cerita yang harus kita buat, cerita yang akan menjadi kenangan, dan sekaligus menjadi amal yang akan mengantarkan kita masuk surga.

Untuk itu, mari kita kenang tiga cerita sejarah ini:

1. Cerita Ain Jalut

Jengis Khan telah membunuh 3 juta orang dalam kurun waktu sekitar 20 tahun. Dia bukan hanya membunuh 3 juta orang, tapi juga membumi-hanguskan tumbuhan dan binatang. Salah satu strategi perangnya adalah mengirimkan ketakutan kepada musuhnya sebelum ia sampai kepada musuhnya. Karena itulah dia membasmi semua yang ditemui di depannya. Termasuk di antaranya adalah membakar seluruh perpustakaan yang ada di Baghdag, Jengis Khan akhirnya menaklukkan Baghdad. Bayangkan bagaimana pada suatu hari ketika Jengis Khan ada di baghdad, seorang wanita Tartar mengumpulkan 100 laki-laki muslim dan berkata, “Hai kalian laki-laki! Tundukkan kepala kalian!” kemudian perempuan menyembelih satu persatu laki-laki itu, dan tidak satupun yang melawan. Tahukah kalian berapa orang yang dibunuh Jengis Khan di Bagdhad? 80 ribu orang! Sampai-sampai muncul mitos di dunia Islam, khususnya di Syiria, Damaskus yang mengatakan “Kalau pasukan Tartar itu datang jangan dilawan, biarkan dia mengambil apa yang dia mau.”

Di sebuah tempat yang dilalui oleh Jengis Khan, ada sebuah kerajaan yang bernama kerajaan Khawarizim, kerajaan ini juga dihancurkan oleh Jengis Khan, seluruh raja-rajanya dibantai. Tapi ada seorang anak yang merupakan keponakan raja yang selamat dari pembantaian itu, dibawa lari oleh pembantu bersama putri raja, saudara sepupu. Kemudian di tengah perjalanan diculik, dibawa ke India. Dalam perjalanan diculik lagi dan dijual sebagai budak, terus-menerus dijual sebagai budak dan berpindah-pindah tempat hingga akhirnya dia sampai ke Damaskus. Begitu sampai ke Damaskus dia diterima oleh seorang pengusaha dan pengusaha ini mempunyai majelis ilmu. Pengajar di majelis ilmu itu adalah seorang ulama besar dalam bidang fiqh. Setelah ia mendapatkan pendidikan yang baik, budak ini kemudian disisipkan masuk ke Mesir, lalu dia menjadi tentara mesir. lalu kemudian di tengah jalan, rajanya meninggal dan pengganti rajanya ini adalah seorang anak kecil yang berumur 7 tahun. Lalu akhirnya yang memimpin kerajaan itu adalah seorang perempuan yang bernama Syajaratu Dur. Tapi kerajaan mengalami bencana, sedang Mesir adalah kota terakhir yang akan diambil-alih oleh Tartar. Dalam kacau seperti itulah akhirnya terjadi pembunuhan di istana, dan Syajaratu Dur dibunuh. Kemudian muncullah lelaki budak ini memimpin Mesir, periode inilah yang disebut sebagai zaman budak-budak. Siapa nama budak ini? Namanya Al-Muzaffar Qutuz, laki-laki inilah yang kemudian menyiapkan Mesir untuk melawan dan menghentikan seluruh ekspansi Tartar. Penghentian ekspansi Tartar itu terjadi dalam sebuah pertempuran besar yang bernama Ain Jalut.

Pertempuran itulah yang selanjutnya yang mengubah sejarah cucu-cucu Jengis Khan, karena sejak kekalahan itu cucu-cucu Jengis Khan akhirnya masuk Islam dan mereka berbalik menyebarkan Islam ke Asia Tengah sampai ke Asia Selatan. Sisa-sisa cucu Jengis Khan yang paling terakhir yang mendirikan kerajaan Mughal di India yang kemudian menciptakan Taj Mahal, kerajaan yang berumur 200 tahun.

Sebuah perlawanan yang menghentikan penjajahan, kemudian membalikkan penjajah itu menjadi muslim dan kembali menjadi pembangkit Islam. Itulah peristiwa Ain Jalut. Sejarah itu catatan tentang pembalikan situasi.

2. Cerita di Hittin

Perang salib telah berlangsung selama 200 tahun dan terjadi dalam 8 gelombang. Selama 7 gelombang kaum muslimin menderita kekalahan, sampai datang Shalahuddin Al-Ayyubi.

3. Cerita Pembebasan Konstantinopel

Seorang anak muda diangkat menjadi khalifah pada umur 16 tahun dan para senior di kerajaan itu meremehkan anak muda ini. Apa yang bisa dilakukan anak muda ini? Para senior dan sesepuh di kerajaan tidak percaya dengan kemampuan anak muda yang berumur 16 tahun. Ketika terjadi guncangan, dia gagal. Ia sempat mengembalikan kerajaan kepada ayahnya, tapi kemudian diberikan kembali. Akhirnya dia mulai berpikir, ada satu cara untuk membuat para senior di kerajaan ini bisa percaya padanya. Lakukan hal-hal yang tidak bisa dilakukan mereka. Seorang penyair Arab berkata, “Walaupun aku adalah generasi yang datang paling ujung, aku akan melakukan apa yang tidak bisa dilakukan oleh para pendahulu.” Apa yang tidak bisa dilakukan oleh orang terdahulu? Membebaskan Konstantinopel. Sudah 700 tahun Rasulullah memberikan janji bahwa itu akan dibebaskan, dan sejak khalifah Utsman kaum muslimin sudah berusaha untuk sampai ke sana, tapi tidak satu pun yang pernah sampai. Sampai datang anak muda ini yang ingin membuat cerita sejarah, cerita yang akan dikenang. Anak muda itu adalah penakluk Konstantinopel, Muhammad Al-Fatih.

Saudara sekalian, kita harus menjadi penghayal besar yang ingin menulis cerita sejarah kehidupan. Jangan pernah membiarkan orang lain menulis cerita kehidupan kita. Jangan pernah membiarkan orang lain melakukan sesuatu yang membuat mereka menentukan masa depan kita. Tidak boleh ada orang yang menentukan masa depan kita! Kitalah yang bertanggung jawab untuk menulis cerita dan masa depan kita sendiri. Cobalah bayangkan bahwa anak dan cucu kita membaca sejarah perjuangan politik Islam di Indonesia dan menemukan nama kita dalam sejarah itu. Bisakah kita membayangkan sebelum kita wafat, sebelum kita mengucapkan dua kalimat syahadat yang terakhir, kita hanya ingin menyampaikan doa yang sederhana kepada Allah “Ya Allah, jika di tahun 2014 itu adalah amal besar yang telah kulakukan, sepenuhnya ikhlas hanya untuk-Mu, maka jadikanlah amal itu menjadi pengantar aku masuk ke surga.” Bisakah kita membuat cerita seperti itu? Bisa!!!!

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/03/29104/tiga-cerita-sejarah-modal-mengukir-sejarah-kemenangan/#ixzz2NP40gpyJ
Follow us: @dakwatuna on Twitter | dakwatunacom on Facebook